Resep Jitu: Teknik Rahasia Bikin Puding Jagung yang Sempurna


Resep Jitu: Teknik Rahasia Bikin Puding Jagung yang Sempurna

Teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung adalah suatu cara atau metode dalam mengolah bahan-bahan untuk menghasilkan puding jagung. Contohnya, perebusan, pengadukan, dan pencetakan.

Teknik pengolahan ini sangat penting karena mempengaruhi tekstur, rasa, dan tampilan puding jagung. Manfaatnya antara lain menghasilkan puding yang lembut, manis, dan menarik. Secara historis, teknik pengolahan puding jagung telah berkembang seiring waktu, dari penggunaan tungku kayu hingga peralatan modern seperti mixer listrik.

Artikel ini akan mengulas secara mendalam berbagai teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung, termasuk variasi bahan, langkah-langkah pembuatan, dan tips untuk menghasilkan puding jagung yang sempurna.

Teknik Pengolahan Puding Jagung

Teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung sangat penting karena mempengaruhi kualitas dan cita rasa puding yang dihasilkan. Berikut adalah 10 aspek penting yang perlu diperhatikan:

  • Pemilihan bahan baku
  • Penimbangan bahan
  • Pencampuran bahan
  • Pemanasan
  • Pengadukan
  • Pencetakan
  • Pendinginan
  • Penyimpanan
  • Variasi rasa
  • Presentasi

Setiap aspek saling berkaitan dan mempengaruhi hasil akhir puding jagung. Misalnya, pemilihan bahan baku yang berkualitas baik akan menghasilkan puding yang lebih lembut dan gurih. Penimbangan bahan yang akurat memastikan konsistensi rasa dan tekstur. Pengadukan yang cukup akan mencegah puding menggumpal. Pencetakan yang rapi akan menghasilkan puding yang menarik secara visual. Pendinginan yang tepat akan menjaga tekstur puding tetap lembut dan kenyal. Penyimpanan yang baik akan memperpanjang umur simpan puding. Variasi rasa dapat disesuaikan dengan selera konsumen. Presentasi yang menarik akan menambah nilai jual puding jagung.

Pemilihan bahan baku

Pemilihan bahan baku merupakan aspek krusial dalam teknik pengolahan puding jagung. Bahan baku yang berkualitas akan menghasilkan puding yang lebih lembut, gurih, dan beraroma. Sebaliknya, bahan baku yang kurang baik dapat berdampak negatif pada tekstur, rasa, dan penampilan puding.

Salah satu bahan baku utama puding jagung adalah jagung itu sendiri. Jagung yang digunakan haruslah jagung pipil yang masih segar dan manis. Jagung yang sudah tua atau tidak segar akan menghasilkan puding yang keras dan hambar. Selain itu, pemilihan jenis jagung juga mempengaruhi tekstur puding. Jagung manis akan menghasilkan puding yang lebih lembut dibandingkan jagung biasa.

Selain jagung, bahan baku lain yang digunakan dalam pembuatan puding jagung adalah gula, susu, dan tepung maizena. Gula berfungsi sebagai pemanis, susu memberikan rasa gurih dan tekstur yang lembut, sedangkan tepung maizena berfungsi sebagai pengental. Pemilihan jenis dan kualitas bahan-bahan ini juga perlu diperhatikan untuk menghasilkan puding jagung yang sempurna.

Dengan memahami hubungan antara pemilihan bahan baku dan teknik pengolahan puding jagung, kita dapat menghasilkan puding jagung yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan selera konsumen. Hal ini sangat penting bagi pelaku usaha kuliner untuk menjaga kualitas dan kepuasan pelanggan.

Penimbangan bahan

Penimbangan bahan merupakan aspek penting dalam teknik pengolahan puding jagung karena mempengaruhi konsistensi rasa dan tekstur puding. Penimbangan yang akurat memastikan bahwa setiap bahan ditambahkan dalam jumlah yang tepat, sehingga menghasilkan puding yang seimbang dan tidak terlalu manis atau hambar.

  • Ketepatan

    Ketepatan penimbangan sangat penting untuk menghasilkan puding jagung yang sesuai dengan resep. Jika bahan ditambahkan terlalu banyak atau terlalu sedikit, dapat mempengaruhi tekstur, rasa, dan penampilan puding. Misalnya, jika tepung maizena ditambahkan terlalu banyak, puding akan menjadi terlalu kental dan keras. Sebaliknya, jika ditambahkan terlalu sedikit, puding akan menjadi terlalu encer dan tidak akan mengental dengan baik.

  • Jenis timbangan

    Jenis timbangan yang digunakan juga mempengaruhi akurasi penimbangan. Timbangan digital lebih akurat dibandingkan timbangan manual. Timbangan digital juga lebih mudah digunakan, terutama untuk bahan-bahan yang jumlahnya sedikit.

  • Urutan penimbangan

    Urutan penimbangan bahan juga perlu diperhatikan. Bahan-bahan kering, seperti tepung maizena dan gula, biasanya ditimbang terlebih dahulu. Setelah itu, bahan-bahan basah, seperti susu dan telur, dapat ditambahkan. Penimbangan bahan secara berurutan akan memudahkan dalam mengontrol jumlah bahan yang ditambahkan.

  • Penggunaan sendok takar

    Sendok takar juga dapat digunakan untuk mengukur bahan, terutama untuk bahan-bahan yang jumlahnya sedikit. Namun, sendok takar harus digunakan dengan hati-hati untuk memastikan akurasi. Sendok takar harus diisi dengan bahan hingga penuh, kemudian diratakan dengan punggung pisau.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penimbangan bahan yang telah disebutkan, kita dapat menghasilkan puding jagung yang memiliki konsistensi rasa dan tekstur yang baik. Penimbangan yang akurat akan memastikan bahwa setiap bahan tercampur dengan baik dan menghasilkan puding jagung yang lezat dan sempurna.

Pencampuran bahan

Pencampuran bahan merupakan salah satu aspek penting dalam teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung. Pencampuran yang baik akan menghasilkan puding yang lembut, tidak menggumpal, dan memiliki tekstur yang halus. Sebaliknya, pencampuran yang kurang baik dapat menyebabkan puding menjadi menggumpal, kasar, dan tidak merata.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencampuran bahan puding jagung, antara lain:

  • Urutan pencampuran bahan. Bahan-bahan kering, seperti tepung maizena dan gula, biasanya dicampur terlebih dahulu hingga rata. Setelah itu, bahan-bahan basah, seperti susu dan telur, dapat ditambahkan secara bertahap sambil diaduk.
  • Kecepatan pengadukan. Pengadukan harus dilakukan dengan kecepatan sedang agar semua bahan tercampur rata. Pengadukan yang terlalu cepat dapat menyebabkan adonan menjadi berbusa, sedangkan pengadukan yang terlalu lambat dapat membuat adonan menggumpal.
  • Lama pengadukan. Pengadukan harus dilakukan hingga semua bahan tercampur rata dan tidak ada lagi gumpalan. Biasanya, pengadukan dilakukan selama 5-10 menit.

Dengan memperhatikan aspek-aspek pencampuran bahan yang telah disebutkan, kita dapat menghasilkan puding jagung yang memiliki tekstur yang lembut, halus, dan tidak menggumpal. Pencampuran bahan yang baik akan mendukung teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung dan menghasilkan puding yang berkualitas tinggi.

Pemanasan

Pemanasan merupakan salah satu aspek penting dalam teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung. Pemanasan menyebabkan perubahan fisik dan kimia pada bahan-bahan puding jagung, sehingga menghasilkan tekstur dan rasa yang khas. Tanpa pemanasan, puding jagung tidak akan matang dan menggumpal.

Proses pemanasan dalam pembuatan puding jagung melibatkan perebusan susu dan campuran tepung maizena. Pemanasan susu bertujuan untuk membunuh bakteri dan menghilangkan bau amis. Pemanasan campuran tepung maizena bertujuan untuk melarutkan tepung maizena dan mencegah terbentuknya gumpalan. Selama proses pemanasan, adonan puding jagung harus diaduk terus-menerus untuk mencegah gosong dan menggumpal.

Suhu dan lama pemanasan juga perlu diperhatikan. Suhu pemanasan yang terlalu tinggi dapat membuat puding jagung menjadi gosong dan menggumpal. Sebaliknya, suhu pemanasan yang terlalu rendah dapat membuat puding jagung tidak matang sempurna dan menggumpal. Lama pemanasan yang cukup akan menghasilkan puding jagung yang lembut, sedangkan lama pemanasan yang kurang akan menghasilkan puding jagung yang masih menggumpal dan bertekstur kasar.

Dengan memahami hubungan antara pemanasan dan teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung, kita dapat menghasilkan puding jagung yang memiliki tekstur yang lembut, tidak menggumpal, dan memiliki rasa yang lezat. Pemanasan merupakan komponen penting dalam teknik pengolahan puding jagung, dan harus dilakukan dengan benar untuk menghasilkan puding jagung yang berkualitas tinggi.

Pengadukan

Pengadukan merupakan salah satu aspek penting dalam teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung. Pengadukan berfungsi untuk mencampur semua bahan secara merata, mencegah terbentuknya gumpalan, dan memastikan puding jagung matang sempurna. Tanpa pengadukan yang baik, puding jagung akan menjadi menggumpal dan tidak matang secara merata.

Pengadukan harus dilakukan secara terus-menerus selama proses pemanasan. Hal ini bertujuan untuk mencegah susu dan tepung maizena menggumpal. Pengadukan juga membantu mendistribusikan panas secara merata sehingga puding jagung matang secara sempurna. Selain itu, pengadukan juga membantu mengontrol kekentalan puding jagung. Semakin lama puding jagung diaduk, maka akan semakin kental.

Dalam praktiknya, pengadukan dapat dilakukan menggunakan sendok kayu, spatula, atau pengaduk listrik. Pengadukan harus dilakukan dengan kecepatan sedang agar semua bahan tercampur rata. Pengadukan yang terlalu cepat dapat membuat adonan puding jagung menjadi berbusa, sedangkan pengadukan yang terlalu lambat dapat membuat adonan menggumpal.

Dengan memahami hubungan antara pengadukan dan teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung, kita dapat menghasilkan puding jagung yang memiliki tekstur yang lembut, tidak menggumpal, dan memiliki rasa yang lezat. Pengadukan merupakan komponen penting dalam teknik pengolahan puding jagung, dan harus dilakukan dengan benar untuk menghasilkan puding jagung yang berkualitas tinggi.

Pencetakan

Pencetakan merupakan salah satu aspek penting dalam teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung. Pencetakan berfungsi untuk membentuk dan memberikan tampilan yang menarik pada puding jagung. Selain itu, pencetakan juga berfungsi untuk memudahkan proses penyajian dan penyimpanan puding jagung.

Pencetakan puding jagung dapat dilakukan menggunakan berbagai jenis cetakan, seperti cetakan plastik, cetakan aluminium, atau cetakan silikon. Pemilihan jenis cetakan tergantung pada bentuk dan ukuran puding jagung yang diinginkan. Setelah puding jagung matang, puding jagung dituang ke dalam cetakan dan didiamkan hingga dingin dan mengeras.

Proses pencetakan yang baik akan menghasilkan puding jagung yang memiliki bentuk dan tampilan yang rapi. Pencetakan juga dapat digunakan untuk membuat puding jagung dengan berbagai bentuk dan motif yang menarik, sehingga dapat menjadi nilai tambah untuk menarik konsumen. Pemahaman tentang hubungan antara pencetakan dan teknik pengolahan puding jagung sangat penting untuk menghasilkan puding jagung yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan selera konsumen.

Pendinginan

Pendinginan merupakan salah satu aspek penting dalam teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung. Proses pendinginan berfungsi untuk menurunkan suhu puding jagung yang telah matang sehingga dapat mengeras dan siap disajikan. Pendinginan juga dapat memperpanjang umur simpan puding jagung.

  • Lama pendinginan

    Lama pendinginan mempengaruhi tekstur dan kualitas puding jagung. Pendinginan yang cukup akan menghasilkan puding jagung yang lembut dan tidak berair. Sebaliknya, pendinginan yang terlalu singkat dapat membuat puding jagung masih lembek dan mudah rusak.

  • Suhu pendinginan

    Suhu pendinginan juga mempengaruhi kualitas puding jagung. Pendinginan pada suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan puding jagung cepat rusak. Sebaliknya, pendinginan pada suhu yang terlalu rendah dapat membuat puding jagung membeku dan kehilangan rasanya.

  • Media pendinginan

    Media pendinginan yang digunakan untuk mendinginkan puding jagung dapat berupa lemari es, freezer, atau air dingin. Pemilihan media pendinginan tergantung pada kebutuhan dan ketersediaan.

  • Pengemasan

    Pengemasan yang baik selama proses pendinginan sangat penting untuk menjaga kualitas dan kesegaran puding jagung. Puding jagung harus dikemas dalam wadah tertutup untuk mencegah kontaminasi dan menyerap bau.

Dengan memperhatikan aspek-aspek pendinginan yang disebutkan di atas, kita dapat menghasilkan puding jagung yang memiliki tekstur yang lembut, tidak berair, dan memiliki kualitas yang baik. Pendinginan merupakan komponen penting dalam teknik pengolahan puding jagung, dan harus dilakukan dengan benar untuk menghasilkan puding jagung yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan selera konsumen.

Penyimpanan

Penyimpanan merupakan salah satu aspek penting dalam teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung. Penyimpanan yang baik akan menjaga kualitas dan kesegaran puding jagung sehingga dapat dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama. Sebaliknya, penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan puding jagung cepat rusak dan tidak layak konsumsi.

Penyimpanan yang tepat untuk puding jagung adalah pada suhu dingin, seperti di dalam lemari es atau freezer. Hal ini bertujuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme yang dapat menyebabkan pembusukan. Puding jagung yang disimpan pada suhu ruangan akan lebih cepat rusak dibandingkan yang disimpan pada suhu dingin.

Selain suhu, wadah penyimpanan juga perlu diperhatikan. Puding jagung harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dari udara dan lingkungan sekitar. Wadah yang digunakan juga harus bersih dan tidak berbau agar tidak mempengaruhi rasa dan kualitas puding jagung. Dengan memperhatikan aspek-aspek penyimpanan yang disebutkan di atas, kita dapat menjaga kualitas dan kesegaran puding jagung dalam jangka waktu yang lebih lama.

Variasi rasa

Dalam teknik pengolahan puding jagung, variasi rasa memegang peranan penting dalam menarik minat konsumen. Variasi rasa dapat diciptakan dengan menambahkan berbagai bahan, seperti buah-buahan, kacang-kacangan, atau cokelat. Penambahan bahan-bahan ini tidak hanya mengubah rasa, tetapi juga dapat mempengaruhi tekstur dan penampilan puding jagung.

Contohnya, penambahan buah-buahan seperti stroberi atau mangga dapat memberikan rasa manis dan asam yang menyegarkan, serta membuat puding jagung lebih berwarna. Kacang-kacangan seperti kacang merah atau kacang hijau dapat memberikan tekstur yang renyah dan rasa yang gurih, sehingga menambah variasi rasa dan tekstur pada puding jagung. Sementara itu, penambahan cokelat dapat memberikan rasa manis dan aroma yang khas, sehingga menghasilkan puding jagung yang lebih mewah dan berkelas.

Pemahaman tentang hubungan antara variasi rasa dan teknik pengolahan puding jagung sangat penting bagi pelaku usaha kuliner. Dengan menguasai teknik pengolahan yang tepat, pelaku usaha dapat menciptakan berbagai variasi rasa puding jagung sesuai dengan selera konsumen. Hal ini dapat menjadi nilai tambah yang membedakan produk mereka dari pesaing, sehingga meningkatkan daya saing dan profitabilitas usaha.

Presentasi

Presentasi merupakan aspek penting dalam teknik pengolahan puding jagung yang turut mempengaruhi daya tarik dan nilai jual produk. Presentasi yang baik dapat meningkatkan selera konsumen dan memberikan kesan positif terhadap kualitas puding jagung. Ada beberapa komponen penting dalam presentasi puding jagung, antara lain:

  • Penataan

    Penataan puding jagung dalam wadah penyajian harus rapi dan menarik. Puding jagung dapat ditata dengan berbagai bentuk, seperti persegi, bulat, atau oval. Selain itu, puding jagung dapat dihias dengan topping seperti buah-buahan, saus, atau whipped cream untuk membuatnya lebih menggugah selera.

  • Warna

    Warna puding jagung dapat bervariasi tergantung pada bahan yang digunakan. Puding jagung yang menggunakan bahan alami seperti jagung manis akan memiliki warna kuning cerah. Sementara itu, puding jagung yang menggunakan bahan tambahan seperti cokelat atau buah-buahan akan memiliki warna yang lebih beragam.

  • Tekstur

    Tekstur puding jagung harus lembut dan tidak menggumpal. Puding jagung yang memiliki tekstur yang baik akan lebih mudah dimakan dan dinikmati. Tekstur puding jagung dapat dipengaruhi oleh teknik pengolahan yang digunakan, seperti lama pemanasan dan pengadukan.

  • Aroma

    Aroma puding jagung yang harum dapat menarik minat konsumen. Aroma puding jagung yang baik dihasilkan dari penggunaan bahan-bahan berkualitas dan teknik pengolahan yang tepat. Puding jagung yang memiliki aroma yang khas akan lebih menggugah selera dan membuat konsumen ingin mencicipinya.

Dengan memperhatikan aspek-aspek presentasi yang disebutkan di atas, pelaku usaha kuliner dapat menghasilkan puding jagung yang tidak hanya lezat, tetapi juga menarik secara visual. Presentasi yang baik dapat meningkatkan nilai jual puding jagung dan menarik lebih banyak konsumen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Bagian ini akan menjawab beberapa pertanyaan umum yang mungkin muncul terkait teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung. FAQ ini disusun untuk memberikan klarifikasi dan pemahaman yang lebih baik tentang aspek-aspek penting dalam pengolahan puding jagung.

Pertanyaan 1: Bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat puding jagung?

Bahan-bahan dasar yang dibutuhkan untuk membuat puding jagung adalah jagung manis pipil, susu, gula, tepung maizena, dan garam. Bahan-bahan tambahan seperti mentega, telur, dan ekstrak vanila dapat ditambahkan untuk meningkatkan rasa dan tekstur.

Pertanyaan 2: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat puding jagung?

Waktu yang dibutuhkan untuk membuat puding jagung bervariasi tergantung pada resep dan teknik yang digunakan. Secara umum, membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit untuk mempersiapkan bahan, memasak, dan mendinginkan puding jagung.

Pertanyaan 3: Apa yang menyebabkan puding jagung menggumpal?

Penggumpalan pada puding jagung biasanya disebabkan oleh pencampuran yang tidak merata atau pemanasan yang terlalu tinggi. Pastikan untuk mencampur bahan kering dan basah secara menyeluruh sebelum dimasak, dan aduk terus selama proses pemanasan untuk mencegah pembentukan gumpalan.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara mendapatkan puding jagung yang lembut dan tidak berair?

Untuk mendapatkan puding jagung yang lembut dan tidak berair, gunakan jagung manis yang masih segar dan cukup matang. Pastikan untuk mengaduk puding jagung secara terus-menerus selama proses pemanasan untuk mencegah pembentukan lapisan keras di bagian atas. Setelah matang, dinginkan puding jagung dalam lemari es untuk mengentalkan teksturnya.

Pertanyaan 5: Bisakah puding jagung disimpan?

Ya, puding jagung dapat disimpan di lemari es hingga 3-4 hari dalam wadah kedap udara. Sebelum disajikan, biarkan puding jagung mencapai suhu ruangan untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut.

Pertanyaan 6: Apa saja variasi resep puding jagung yang bisa dibuat?

Terdapat berbagai variasi resep puding jagung yang dapat dibuat dengan menambahkan bahan-bahan seperti buah-buahan, kacang-kacangan, atau cokelat. Variasi ini tidak hanya menambah rasa, tetapi juga dapat memengaruhi tekstur dan tampilan puding jagung.

Dengan memahami aspek-aspek teknik pengolahan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan umum ini, diharapkan dapat membantu pembaca untuk menguasai teknik pengolahan puding jagung dan menghasilkan hidangan yang lezat dan berkualitas. Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang tips dan trik dalam membuat puding jagung yang sempurna.

Tips Membuat Puding Jagung yang Sempurna

Bagian ini akan memberikan beberapa tips bermanfaat untuk membantu Anda membuat puding jagung yang sempurna. Tips ini mencakup berbagai aspek teknik pengolahan, pemilihan bahan, dan presentasi.

Tip 1: Pilih jagung manis yang segar
Gunakan jagung manis yang masih segar dan cukup matang untuk mendapatkan rasa dan tekstur yang terbaik pada puding jagung Anda.

Tip 2: Perhatikan takaran bahan
Takaran bahan yang tepat sangat penting untuk menghasilkan puding jagung yang memiliki tekstur dan rasa yang seimbang. Gunakan timbangan untuk memastikan akurasi pengukuran.

Tip 3: Aduk terus selama memasak
Aduk puding jagung secara terus-menerus selama proses pemasakan untuk mencegah gumpalan dan memastikan pemanasan yang merata.

Tip 4: Masak dengan api sedang
Gunakan api sedang saat memasak puding jagung untuk mencegah gosong dan memastikan kematangan yang merata.

Tip 5: Dinginkan sebelum disajikan
Setelah matang, dinginkan puding jagung dalam lemari es untuk mengentalkan teksturnya dan mendapatkan hasil akhir yang lembut dan tidak berair.

Tip 6: Sajikan dengan topping yang menarik
Tambahkan topping seperti buah-buahan segar, saus, atau whipped cream untuk membuat puding jagung Anda lebih menarik secara visual dan meningkatkan rasanya.

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat menghasilkan puding jagung yang memiliki tekstur lembut, rasa yang lezat, dan tampilan yang menggugah selera.

Tips-tips ini sangat penting untuk dikuasai dalam teknik pengolahan puding jagung. Puding jagung yang sempurna tidak hanya menjadi hidangan penutup yang lezat, tetapi juga dapat menjadi suguhan yang mengesankan untuk berbagai kesempatan.

Kesimpulan

Melalui pembahasan ini, kita telah mengulas berbagai aspek penting dalam teknik pengolahan yang digunakan untuk membuat puding jagung. Dimulai dari pemilihan bahan baku, penimbangan bahan, pencampuran bahan, pemanasan, pengadukan, pencetakan, pendinginan, penyimpanan, variasi rasa, hingga presentasi, semua aspek tersebut saling berkaitan dan memengaruhi kualitas puding jagung yang dihasilkan. Pemahaman yang baik tentang teknik pengolahan ini sangat penting bagi pelaku bisnis kuliner untuk menghasilkan puding jagung yang lezat, berkualitas tinggi, dan sesuai dengan selera konsumen.

Dengan menguasai teknik pengolahan yang tepat, pelaku usaha kuliner dapat menciptakan variasi rasa puding jagung yang menarik, menyajikan puding jagung dengan tampilan yang menggugah selera, serta menjaga kualitas dan kesegaran puding jagung dalam jangka waktu yang lebih lama. Teknik pengolahan puding jagung yang baik tidak hanya menghasilkan hidangan penutup yang lezat, tetapi juga menjadi kunci kesuksesan bisnis kuliner yang menyajikan puding jagung sebagai menu andalan.

sddefault



Images References :